Tak banyak orang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi
membantu sesama. Terlebih jika membantunya di tempat-tempat pengungsian, baik di dalam maupun luar negeri,
baik di tempat pengungsian akibat bencana maupun tempat pengungsian akibat
konflik. Dibutuhkan mental yang tangguh berada di tempat tersebut. Akan tetapi,
pada dasarnya setiap orang dapat berbuat baik membantu sesamanya meski cara dan
jalan yang dilakukan berbeda.
![]() |
Eko sedang mendistribusikan bantuan daging Qurban di lokasi pengungsian Al-Adala,
Mogadishu, Somalia, 15 November 2012
|
Menjadi sukarelawan kemanusian merupakan panggilan jiwa. Salah
seorang yang terpanggil untuk menjadi sukarelawan kemanusian ialah Eko
Sulistio. Pria kelahiran Yogyakarta, 44 tahun silam ini telah menapaki tempat-tempat
pengungsian di berbagai negara, seperti tempat pengungsian akibat bencana
kelaparan di Somalia.
